Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 01 Desember 2012

REVIEW JURNAL



Nama          : Riana Asrifah
Nim            : 11413244012

Review Jurnal “PERILAKU SEKSUAL ANAK USIA PRA REMAJA DI SEKITAR
LOKALISASI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI” (Yulita A, Nunik P)
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
Terciptanya Pekerja Seks Komersil (PSK) umumnya berangkat dari keterpaksaan menyangkut persoalan keluarga dan masalah pribadi, traumatik terhadap kekerasan seksual, dan sulitnya pilihan mencari pekerjaan di tengah-tengah persoalan hidup (Novrial, 2004). PSK ini berkumpul dalam suatu wilayah yang akhirnya disebut sebagai lokalisasi. Lokalisasi biasanya bersatu dengan pemukiman penduduk. Dalam lingkungan pemukiman tersebut, tentu banyak anak usia Sekolah Dasar (SD). Dari anak usia SD ini, yang paling rawan adalah usia pra remaja (10 – 12 tahun).
Di mana secara fisik maupun psikologis mereka sedang menyongsong pubertas. Perkembangan aspek fisik, kognitif, emosional, mental, dan sosial mereka membutuhkan cara-cara penyampaian dan intensitas pengetahuan tentang seks dan kesehatan reproduksi yang berbeda dengan tahap-tahap usia yang lain (Kriswanto, 2006). Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang dilaksanakan secara  cross sectional. Populasi penelitiannya adalah seluruh siswa SD Negeri Putat Jaya I dan V Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Kota Surabaya kelas IV, V, dan VI yang berusia antara 10–12 tahun. Sampel penelitian sejumlah 151 responden yang diambil dengan metode  simple random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dengan menggunakan dokumentasi SD yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Data yang terkumpul dianalisa secara deskriptif dan analitik menggunakan statistik non parametrik regresi logistik. Pengetahuan tentang Seks dan Kesehatan Reproduksi Responden Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan responden tentang seks dan kesehatan reproduksi lebih banyak yang buruk. Pengetahuan tentang seks dan kesehatan reproduksi yang buruk dapat disebabkan oleh masih banyak orang tua yang enggan memberikan pelajaran reproduksi sehat kepada anaknya karena dianggap masih tabu. Padahal pengetahuan remaja tentang reproduksi sehat yang sesuai usia masih sangat rendah. Pergaulan dan lingkungan juga sangat besar pengaruhnya terhadap pemahaman remaja tentang seks. Pengetahuan remaja tentang seks yang sangat minim, akan menyebabkan salah persepsi akan informasi seks di mata remaja (Carles, 2008). Menurut Retnowati (2007), faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau rawan, dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku tidak wajar. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama, faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat).  Kriteria faktor kerawanan masyarakat (lingkungan) antara lain : (a) Tempat-tempat hiburan yang buka larut malam bahkan sampai dini hari. (b) Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya. (c) Pengangguran. (d) Anak-anak putus sekolah/jalanan. (e) Pekerja Seks Komersil (PSK). (f) Beredarnya bacaan, tontonan, televisi, majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan. (g) Perumahan kumuh dan padat. (h) Pencemaran lingkungan. (i) Tindak kekerasan dan kriminalitas. (j) Kesenjangan sosial. Kriteria faktor daerah rawan (gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat) antara lain : (a) Penyalahgunaan alkohol, narkotika, dan zat aditif lainnya. (b) Perkelahian perorangan atau kelompok/massal. (c) Kebut-kebutan. (d) Pencurian, perampasan, penodongan, pengompasan, perampokan. (e) Perkosaan. (f) Pembunuhan. (g) Tindak kekerasan lainnya. (h)Pengrusakan. (i) Coret-coret dan lain sebagainya. Informasi tentang Seksual Dalam penelitian ini, informasi seksual ternyata mempunyai pengaruh terhadap perilaku seksual responden. Responden yang mempunyai pengalaman pernah mendapat informasi tentang seks yang tidak benar lebih banyak daripada yang tidak pernah mendapat informasi tentang seks. Hal ini disebabkan karena seiring dengan perubahan/inovasi teknologi dan komunikasi global, terjadi perkembangan perilaku reproduksi atau perilaku seks remaja (Laksmiwati, 2008). SIMPULAN  Faktor internal yang dapat mempengaruhi perilaku seksual responden adalah jenis kelamin (responden laki-laki lebih banyak daripada responden perempuan), pengetahuan tentang seks dan kesehatan reproduksi responden (responden berpengetahuan buruk lebih banyak daripada responden berpengetahuan baik), Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi perilaku seksual responden adalah kontak responden dengan lokalisasi (responden yang mempunyai kontak tinggi dengan lokalisasi memiliki angka sedikit lebih rendah dari responden yang mempunyai kontak rendah dengan lokalisasi), hubungan kekerabatan responden dengan pelaku kegiatan di lokalsiasi (hampir semua responden tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengan pelaku kegiatan di lokalisasi).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar