Pages

Ads 468x60px

Minggu, 02 Desember 2012

Penulisan Sejarah


SEJARAH PENULISAN
 Dalam bab ini akan di kemukakan sejarah penulisan (historiography) eropa, sekalipun tidak berarti bahwa tidak ada penulisan sejarah di tempat lain. Peradaban lain, seperti india, tiongkok, islam, dan Indonesia, juga mempunyai sejarah penulisan sejarah. Hanya karena saja modern selama ini di anggap berasal dari eropa, maka sejarah historiografi eropa yang paling sering di bicarakan , selain itu, juga menunjukan pergantian pendekatan sejarah kritis dan pendekatan , pendekatan retorika, pendekatan sejarah kritis dan pendekatan sejarah ilmu sosial.
Sejarah historiografi eropa akan di lihat sebagai gejala yang terkait oleh waktu dan terkait oleh kebudayaan .
v  Zaman Yunani dan Romawi
 Tulisan sejarah di Eropa muncul di Yunani dalam bentuk puisi. Tulisan sejarah dalam bentuk Prosa baru muncul pada abad ke-6 SM di Lonia. Dalam kebudayaan, muncul filsafat spekulatif yang mempersoalkan asal uaul dan struktur dunia ini.
Penulis sejarah yang terkenal dari yunani adalah
1)      Herodotus (ca 484-425 SM)  melukiskan abad ke-6 dan ke-5, sehingga ia menulis semacam sejarah kebudayaan. Dialah bapak sejarah. Ia juga menulis tentang apa yang sekarang disebut sebagai antropologi dan sosiologi.
2)      Tyucydides menulis perang antara Athena-Sparta, perang antara demokrasi dan tirani, yang di menangkan oleh Athena. Thucydides adalah seorang jenderal dan politisi, sehingga tulisannya tentang perang Peloponnesos (431-404 SM) dapat dianggap sebagai laporan perang oleh saksi mata yang tak memihak.
3)      Polybius banyak menulis tentang perpindahan kekuasaan dari tangan Yunani ke Roma. Ia bekerja dalam mengembangkan  metode kritis dalam penulisan sejarah. Sama seperti Thucydides, ia juga melihat sejarah itu pragmatis, sejarah adalah “filsafat yang mengajar melalui contoh” (philosophy teaching by example).
Penulisan sejarah Romawi pada mulanya memang dalam bahasa Yunani, baru kemudian memakai bahasa Latin, tetapi tulisan sejarah Yunani tetap menjadi model. Di antaranya penulis sejarah Romawi ialah :
Ø  Julius Caesar (100-44 SM)  adalah jendral romawi yang melakukan gaul. Bukunya commentaries on gallic wars adalah memoar yang melukiskan suku Gallia dan Civil.
Ø  Sallustius (ca 86-34 SM) terkenal dengan monografi-monografi dan biografi ia menulis history of rome , conspiracy of catiline , jugurthine war.
Ø  Livius (59 SM-17 M) adalah tukang cerita yang luar biasa, sehingga ia mengorbankan kebenaran sejarah demi retorika.
Ø  Tacitus (ca 55-120 M) menulis annals, histories dan Germania. Tulisannya berada di tengah-tengah antara livius yang cenderung pada retorika dan Polybius yang cenderung pada sejarah. Dialah yang mengemukakan “sebab moral” keruntuhan romawi

v  Zaman Kristen Awal dan Zaman Pertengahan
Kemenangan Kristen di Eropa mempunyai pengaruh yang luas, termasuk dalam penulisan sejarah. Tulisan Augustine (354-430), The City of God. Penu;isan sejarah di eropa pada zaman Kristen awal dan zaman pertengahan mempunyai dua pusat, yaitu greja dan Negara, dengan pendeta dan raja sebagai pelaku utama.
Berikut wakil dari zaman Kristen ialah :
1)      Africanus (Sextus Julius Africanus, ca 180-ca 250), karyanya adalah Chronographia yang melukiskan sejak penciptaan sampai 221 M.
2)       Eusebius (Eusebius Pamphilus, ca 260-ca 340) , menulis Chronicle dan Church History, Ia menulis dalam bahasa Yunani. Ia membagi kronologinya jadi dua bagian, sacred, yaitu Yahudi dan kristen, dan profane, yaitu Pagan (kafir).
3)      Orosius (Paulus Orosius, ca 380-ca 420), dilahirkan di Spanyol tetapi kemudian ke Afrika. Ia belajar selama lima tahun dibawah Augustine. Bukunya, Seven Books the Pagans, adalah pembelaan atas peradaban Kristen yang dituduh menyebabkan runtuhnya Romawi Barat pada abad ke-5.
Dari Zaman Pertengahan disini hanya dikemukakan beberapa nama, yaitu Cassiodorus (Marcus Aurelius Cassiodorus, ca 480-570),menulis History of Goths, yang ditulisnya sewaktu ia jadi pegawai Raja Theodoric dari Ostrogoths. Procopius (ca 500, 565),menulis dalam bahasa Yunani, menulis The History of His Own yang menceritakan perang-perang Byzantium melawan Persia, Afrika, dan bangsa Goths. Gregory (Bishop Tours, 538-594),menulis History of The Franks yang menceritakan sejarah dunia sejak zaman kuno sampai abad ke-5. Dan Bede (Venerable Bede, 672-735), menulis Ecclesiastical History of the English People, sebagai buku yang menceritakan terbentuknya kebudayaan Anglo-Saxon.
v  Abad XVI: Zaman Renaisans, Reformasi, dan Kontra-Revormasi
Para penulis sejarah Renaisans mencerminkan cita-cita Renaisans yang melihat semngat Pagan dan kebudayaan klasik Yunani-Romawi sebagai model. Historiografi Renaisans, sama dengan kebudayaannya, lahir di Itali. Dari italia, di antaranya ada Lorenzo Valla (1407-1540), menulis The History of Ferdinand I of Aragan, sebuah buku yang tidak kritis, karena buku itu adalah sejarah “resmi”. Dan  Fransesco Guicciarardini (1483-1540), menulis History of Florenc adalah sejarah politik yang rasional. Buku yang ditulis setelah dia mencapai kedewasaan dalam menulis ialah History of Italy, buku ini ditulis dengan pendekatan “kesatuan geografis”.
        Dalam historiografi, Reformasi diwakili oleh Matthias Vlacich Illyricus (1520-1575), menulis buku sejarah berisi polemik, Magdeburg Centuries, yang sangat ambisius. Sleidanus (John Sleidan, 1506-1556), menulis Commentaries on Political and Religius Conditions in the Reign of the Emperor Charies V, 1517-1555. Ia mencari sebab-sebab politik dari agama. Dan Heinrich Bullinger (1504-1575), menulis History or the Reformation, 1519-1532 adalah orang Swiss dan pengikut Zwingli.
v  Abad XVII: Zaman Penemuan Daerah Baru
 Penemuan daerah-daerah baru abad ke-15, ke-16, dan ke-17 mempunyai pengaruh penting bagi perkembangan historiografi Eropa. Pada zaman ini sejarah sosial menjadi tema utama. Yang menamukan Amerika pada 1492 adalah Christopher Columbus (1466?-1506) dari Genoa. Hernando Cortez (1485-1547?) yang menjadi saksi mata penaklukan Meksiko.
v  Abad XVIII: Zaman Rasionalisme dan Pencerahan
 Rasionalisme pada abad ke-17 sebagaimana dipelipori oleh Rene Descartes (1596-1650) dari Prancis, Francis Bacon (1561-1626) dari Inggris, dan Baruch Spinoza (1632-1677) dari Belanda, baru memengaruhi historiografi pada abad ke-18. Francois Arouet atau Voltaire (1697-1778) menulis sejarah hidup Charles XII dari Swedia. Wakil dari periode Rasionalisme ialah David Hume (1711-1776), History of England From the Invasion of Julius Caesar to the revolution of 1698. Hume percaya bahwa sejarah adalah catatan tentang perkembangan intelektual dan moral. Sumbangan besar dari abad ke-18 atau Zaman Pencerahan ialah Gagasan Kemajuan (The Ideal of Progress), bahwa peradaban manusia terus-menerus bergerak maju. Meskipun diantara para pemikir Zaman Pencerahan ada perbedaan pendapat tentang gerak maju, tetapi semuanya setuju ada perbaikan kemanusiaan.
v  Abad XIX: Zaman Romansitisme, Nasionalisme, dan Liberalisme
 Romantisisme dalam historiografi adalah kebalikan dari Rasionalisme. Tokoh-tokohnya diantaranya adalah Francois Auguste Chateaubriand (1768-1848), Madame Anne Louise de Stael (1766-1816), Sir Walter Scott (1771-1832), Augustin Thierry (1795-1856), Jules Michelet (1798-1874), Thomas Carlyle (1795-1881). Kalau Zaman Pencerahan telah menghasilkan Gagasan Kemajuan, maka abad ke-19 menghasilkan filsafat sejarah. Tokoh-tokohnya adalah Johann Gottfried von Herder (1744-1803), Immanuel Kant (1724-1804), Johann Gottlieb Fichte (1762-1814), Friendrich Wilhelm Joseph von Schlegel (1775-1854), Karl Wilhem Friedrich von Schlegel (1772-1829), Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831), Heinrich Karl Marx (1818-1883), Friedrich Nietzsche (1884-1900), Arnold J. Toynbee (1889-1975).
v  Akhir Abad XIX dan Abad XX: Sejarah Kritis dan Sejarah Baru
 Sudah lama sejarah kritis dirintis. Jean Bodin (1530-1596), telah menulis Method for Easily Understanding History,(1566), Jean Mabillon (1632-1707) menulis De Re Diplomatica, Berthold Georg Niebuhr (1776-1831) menulis Roman History, dan tulisan-tulisan yang lain telah banyak, sebelum sampai pada Leopold von Ranke (1795-1886) yang menulis diantaranya A Critique of Modern Historical Writers. Pada tahun 1911 Robinson menulis
The New History yang memuat dengan jelas program sejarah baru. Sejarah baru menekankan ilmu sosial. Sejak itu, ada pendekatan kembali sejarah dan ilmu-ilmu sosial.



  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar