Pages

Ads 468x60px

Minggu, 02 Desember 2012

PENYIMPANGAN SOSIAL


       Polisi Tangkap Pengedar Narkoba
                  di Kalangan Pelajar
Jumat, 14 Oktober 2011, 20:12 WIB
             JEMBER – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jember menangkap beberapa pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) jenis ganja di kalangan pelajar Kabupaten Jember, Jawa Timur.
            Kasat Reskoba Polres Jember, AKP Edi Sudarto, mengatakan awalnya polisi menangkap seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Jember yang berinisial AS (16), yang tinggal di Kecamatan Sukorambi, dengan barang bukti ganja seberat 3,62 gram.
             "AS ditangkap di halaman sekolah MAN setempat dan kami terus mengembangkan penyelidikan terhadap sindikat penjualan narkoba di kalangan pelajar," kata Edi.
             Berdasarkan pengakuan AS, ganja tersebut didapat dari Mohammad Lutfi, warga Kecamatan Sukorambi, dengan harga Rp 50 ribu. Sehingga polisi langsung menangkap pengedar narkoba di kalangan pelajar tersebut.
             Dari keterangan AS dan Mohammad Lutfi, polisi menangkap empat tersangka lagi. Empat tersangka itu adalah Sugeng Sigit (28), Sofyan Hadi (29), Saiful Bahri (28), dan Hendrianto (28).
             "Keempatnya adalah karyawan salah satu toko di kawasan Pasar Tanjung Jember dan polisi menyita 88 daun ganja kering seberat 3,90 gram dari empat tersangka itu," terang Edi.
             Keenam tersangka tersebut dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, karena mereka pemakai narkotika dan sebagian dari mereka menjadi pengedar narkoba di Jember. Untuk penyelidikan lebih lanjut, keenam tersangka ditahan di Mapolres Jember. Diduga kuat mereka adalah sindikat pengedar narkoba di sejumlah sekolah dengan sasaran para pelajar.

v KOMENTAR
            Masih banyak sekali remaja yang menjadi pengedar narkoba, bahkan mengkonsumsi narkotika. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya perhatian dan kepedulian pihak keluarga dalam menanamkan sikap konsisten terhadap kebaikan sejak kecil dan kurang adanya pengajaran agama sebagai bekal melakukan perbuatan yang sesuai syari’at islam. Selain itu, juga dipengaruhi lingkungan sekolah dan masyarakat yang tidak mendukung pembentukan kepribadian yang baik. Mereka tidak peduli terhadap masa depan mereka. Yang diinginkan hanya kebahagiaan semu demi kepentingan diri sendiri yang berdampak buruk bagi kesehatan dan masa depan.
          Saran untuk  kedua orang tua dalam mewujudkan kepribadian anak
          antara lain:
       1.  Kedua orang tua harus mencintai dan menyayangi anak-anaknya.
       2.  Kedua orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan menyiapkan   
            ketenangan jiwa anak-anak.
       3.  Saling menghormati antara kedua orang tua dan anak-anak.
       4.  Mewujudkan kepercayaan.
       5.  Mengadakan perkumpulan dan rapat keluarga (kedua orang tua dan anak).
       6.  Orang tua harus lebih memperhatikan perkembangan anak.

 Saran untuk anak dalam mewujudkan kepribadian yang baik antara
 lain:

1.      Harus ada kesadaran dari diri sendiri.
2.      Jika sudah terlanjur, harus ada kesadaaran untuk mengubah kebiasaan tersebut.
3.      Tidak berteman dengan teman yang mempunyai kebiasaan buruk.
4.      Memperdalam belajar agama islam.






               Contoh gambar penyimpangan di lingkungan sekolah:






























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar