Pages

Ads 468x60px

Minggu, 02 Desember 2012

Kelompok Sosial


KELOMPOK-KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
       Tipe-tipe kelompok sosial

1.      Klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial
Tipe-tipe kelompok sosial dapat di kelasifikasikan dari beberapa sudut atau atas dasar   pelbagi criteria ukuran, ukuran lain di ambil adalah atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut. Beberapa sosiologi memerhatikan pembagian atas dasar kelompok-kelompok dimana anggota-anggotanya saling mengenal seperti keluarga, rukun tetengga dan desa, denagn kelompok-kelompok sosial seperti kota-kota , korupsi dan Negara, dimana anggota-anggotanya tidak mempunyai hubungan

2.      Kelompok sosial dipandang dari sudut individu

Seorang warga masyarakat yang masih bersahaja susunanya, secara relative menjadi anggota pula dari kelompok-kelompok kecil lain secara terbatas. Dalam masyarakat yang sudah kompleks, individu biasanya menjadi anggota dari kelompok sosial tertentu sekaligus, misalnya atas dasar seks , ras, dan sebagainya. Akan tetapi dalam hal lain seperti di bidang pekerjaan, rekreasi, dan sebagainya.

3.      In-Group dan Out –Group
Dalam proses sosilisasi, orang mendapatkan pengetahuan antara “kami”-nya dengan “mereka”-nya dan kepentingan suatau kelompok sosial serta sikap-sikap yang mendukungnya terwujud dalam pembedaanya kelompok –kelompok sosial tersebut yang di buat oleh individu . kelompok sosial merupakan tempat dimana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai in –groupnya atau tidak bersifat relative dan tergantung pada situasi-situasi sosial yang tertentu. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-groupnya.
4.      Kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)
Di dalam klasifikasi kelompok-kelompok sosial, pembedaan yang luas dan fundamental merupakan pembedaan antara kelompok-kelompok kecil dimana hubungan antara anggota-anggotanya rapat sekali di satu pihak, dengan kelompok-kelompok yang lebih besar di pihak lain. Menurut Cooley , kelompom primer adalah kelompok-kelompok yang di tandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat dan bersifat pribadi tadi adalah peleburan individu individu ke dalam kelompok-kelompom sehingga tujuan individu menjadi juga tujuan kelompok.
Agar dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai teori Cooley tersebut, maka terutama akan di bicarakan hal-hal antara lain
a.       Kondisi-kondisi fisik dari kelompok primer
b.      Sifat hubungan – hubungan primer
c.       Kelompok-kelompok yang kongkret dan hubungan-hubungan primer

a.       Konsep cooley mengenai hubungan saling mengenal belum cukup menerangkan persyaratan penting bagi adanya suatau kelompom primer
b.      Salah satu sifat utama hubungan-hubungan primer adalah kesamaan dari tujuan individu dari individu-individu yang tergabung di dalam kelompok tadi. Jadi, hubungan itu bukan merupakan alat untuk mencapai tujuan tetapi bahkan merupakan salah satu tujuan untuk mencapai tujuan, tetapi bahkan merupakan salah satu tujuan utama. Hal ini berarti bahwa hubungan tersebut terlepas dari unsur-unsur kontrak, ekonomi, politik maupun hubungan kerja.
c.       Kenyataannya, tak ada kelompok primer yang secara sempurna memenuhi syarat-syarat tersebut. Persyaratan tersebut merupakan ukuran ekstrim yang dijadikan pegangan dalam kenyataan belum tentu tercapai.

5.      Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)
Paguyuban merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan.
Ptembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin.

6.      Formal Group dan Informal Group
a.       Tugas-tugas organisasi didistribusikan dalam beberapa posisi yang merupakan tugas-tugas jabatan. Secara implicit terjadi pembagian kerja sehingga terjadi spesialisasi.
b.      Posisi-posisi dalam organisasi terdiri dari hierarki struktur wewenang. Hierarki berwujud sebagai piramida di mana setiap jabatan bertanggung-jawab terhadap bawahan mengenai keputusan dan pelaksanaan.
c.       Suatu sistem peraturan menguasai keputusan-keputusan dan pelaksanaan. Secara prinsipil, pelaksanaan organisasi administrasi melibatkan aplikasi peraturan-peraturan umum terhadap kasus-kasus umum.
d.      Unsur staf yang merupakan pejabat bertugas memelihara organisasi dan khususnya keteraturan komunikasi. Lapisan petugas administratif terdiri dari pegawai-pegawai yang bertanggung-jawab mengawasi rekaman tertulis dan pelaksanaan.
e.       Para pejabat berharap bahwa hubungan dengan bawahan dan pihak lain berdifat orientasi impersonal. Dengan demikian pejabat akan mampu menetralkan unsur subjektif dan kepentingan pribadi.
f.       Penyelenggaraan kepegawaian didasarkan pada karier. Kepegawaian ditekankan pada kualifikasi teknis ketimbang faktor-faktor politik, kekerabatan, atau hubungan-hubungan pribadi atau koneksi. Taraf kualifikasi teknis didasarkan pada pola pengujian yang dikaitkan dengan taraf pendidikan formal. Dengan demikian, formal group adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota-anggotanya. Sedangkan informal group tidak mempunyai struktur dan organisas tertentu atau yang pasti. Kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulang-kali yang didasari oleh kepentingan dan pengalaman yang sama.

7.      Membership Group dan Reference Group
Perbedaan antara membership group dengan reference group berasal dari Robert K. Merton. Memebership group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Keadaan demikian dapat dijumpai misalnya informal group.

  1. Kelompok Okupasional dan Volunter
         Kelompok Okupasional adalah kelompok yang muncul karena semakin memudarnya fungsi kekerabatan, dimana kelompok ini timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis. Contohnya kelompok profesi, seperti asosiasi sarjana farmasi, ikatan dokter indonesia, dan lain-lain.
Kelompok Volonter adalah kelompok orang yang memiliki keentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat. Melalui kelompok ini diharapkan akan dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum.
Ø  Kelompok-Kelompok Sosial yang tidak Teratur
1.      Kerumunan.(Crowd)
Kerumunan (crowd) adalah individu-individu yang berkumoul secara kebetulan di suatu tempat, pada waktu yang bersamaan.
a.       Bentuk kerumunan adalah formal dan ekspresif (direncanakan)
b.      Sifat kerumunan (sementara), yaitu tidak menyenangkan, keadaan panik, kerumunan penonton
c.       Berlawanan dengan norma hukum (emisional dan immoral)
2.      Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaks terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi ,seperti misalnya pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus, surat kabar, radio, televisi, film, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar